UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN IPS DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MIND MAPPING DENGAN TEKNIK 5 W + 1 H(Penelitian Tindakan Kelas pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Kelas VA Sekolah Dasar Negeri Ibu Jenab 2 Kecamatan CianjurTahun Ajaran 2010/2011)
Original post @2010 by Ihat Solihat
Latar Belakang Masalah
Berdasarkan pengamatan yang telah di lakukan di SDN Ibu Jenab 2 Kelas V ditemukan beberapa masalah berupa siswa-siswi yang kurang begitu tertarik dan bersemangat dalam pembelajaran IPS, mereka terlihat acuh tak acuh dalam mengikuti pembelajaran IPS, apalagi kemampuan menyimak siswa – siswi Kelas V sangat lamban dalam menerima materi pelajaran, serta kurangnya konsentrasi ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung minat untuk membaca buku pelajaranpun kurang terlihat ditambah dengan kemampuan pendidik dalam mengembangkan materi pelajaran cenderung bersifat monoton atau tidak bervariasi.
Berdasarkan pengamatan yang telah di lakukan di SDN Ibu Jenab 2 Kelas V ditemukan beberapa masalah berupa siswa-siswi yang kurang begitu tertarik dan bersemangat dalam pembelajaran IPS, mereka terlihat acuh tak acuh dalam mengikuti pembelajaran IPS, apalagi kemampuan menyimak siswa – siswi Kelas V sangat lamban dalam menerima materi pelajaran, serta kurangnya konsentrasi ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung minat untuk membaca buku pelajaranpun kurang terlihat ditambah dengan kemampuan pendidik dalam mengembangkan materi pelajaran cenderung bersifat monoton atau tidak bervariasi.
Pembelajaran yang dilakukan hanya berorientasi pada aktivitas guru saja dengan tidak melibatkan siswa aktif . Metode yang digunakanpun hanya metode ceramah yang mana proses berfikir siswa kurang dikembangkan sehingga siswa kurang berminat dan tidak terlihat aktif dalam mengkuti pembelajaran.
Ditemukan pula anak tidak bisa memahami konsep – konsep yang abstrak dimana diperlukan benda-benda konkrit atau riil sebagai perantara atau visualisasinya, sehingga dibutuhkan media / alat peraga yang membantu siswa untuk lebih memahami konsep.
Mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi dan memasuki era globalisasi merupakan tuntutan Sistem Pendidikan Nasional, yaitu tuntutan untuk mengembangkan sistem pendidikan yang mampu mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya baik dalam keimanannya, kepribadian dan rasa tanggung jawabnya, serta mengembangkan program pendidikan yang mampu menyiapkan peserta didik dalam menghadapi masyarakat yang maju di masa yang akan datang.
Salah satu landasan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tercantum dalam UU Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3, dikemukakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Salah satu landasan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tercantum dalam UU Nomor 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3, dikemukakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Selanjutnya dijelaskan pada pasal 13 ayat 1, Pendidikan Dasar diselenggarakan untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat serta mempersiapkan peserta didik yang memenuhi persyaratan mengikuti jenjang pendidikan menengah.
Memahami pendapat di atas, sudah sepatutnya para guru khususnya yang bergelut di jenjang pendidikan dasar untuk melakukan berbagai upaya yang mengarah pada peningkatan sumber daya manusia yang berkompeten dalam menghadapi berbagai permasalahan di masa kini dan di masa yang akan datang.
Memahami pendapat di atas, sudah sepatutnya para guru khususnya yang bergelut di jenjang pendidikan dasar untuk melakukan berbagai upaya yang mengarah pada peningkatan sumber daya manusia yang berkompeten dalam menghadapi berbagai permasalahan di masa kini dan di masa yang akan datang.
Dalam era globalisasi, pendidikan harus mampu mempersiapkan manusia yang mampu bersaing baik dalam pengembangan teknologi maupun pengembangan ilmu. Untuk itu pengembangan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPS) perlu ditingkatkan baik dari segi perencanaan, penggunaan metode, alat peraga maupun kemampuan guru itu dalam mengembangkan kurikulum serta penguasaan konsep IPS secara keseluruhan.
Permasalahan ini terlihat pada pembelajaran IPS yang diberlakukan sesuai atau malah mempersulit siswa . Masalah yang dihadapi oleh pendidikan IPS sendiri berupa materi , guru, fasilitas, peralatan siswa dan komunikasi antara siswa dan guru, serta siswa dengan siswa.
Permasalahan ini terlihat pada pembelajaran IPS yang diberlakukan sesuai atau malah mempersulit siswa . Masalah yang dihadapi oleh pendidikan IPS sendiri berupa materi , guru, fasilitas, peralatan siswa dan komunikasi antara siswa dan guru, serta siswa dengan siswa.
Pemaparan diatas dapat terlihat dari hasil belajar anak yang kurang atau mayoritas dibawah KKM. Serta ketika guru melakukan tanya jawab, siswa tidak antusias dan aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan guru
Sehubungan dengan permasalahan diatas guru tentunya diharapkan mampu memberikan model pembelajaran IPS yang dapat menarik minat dan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar.
Maka dari itu peneliti termotivasi untuk mengangkat masalah ini sebagai objek agar dapat menemukan pemecahannya. Masalah yang diangkat adalah “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SDN IBU JENAB 2
Maka dari itu peneliti termotivasi untuk mengangkat masalah ini sebagai objek agar dapat menemukan pemecahannya. Masalah yang diangkat adalah “PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SDN IBU JENAB 2
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka permasalahan yang terjadi di Kelas V SDN Ibu Jenab 2 dapat diidentifikasi sebagai berikut :
Siswa Kelas V SDN Ibu Jenab 2 merupakan siswa dengan kondisi psikologi yang masih perlu mendapat bimbingan dan perhatian penuh dari guru sehingga proses pembelajaran perlu dibuat menyenangkan dan menarik untuk di lakukan. Untuk itu perlu ada hubungan yang komunikatif dengan memberikan metoda yang bersifat variatif yang dapat melibatkan siswa aktif belajar.
Siswa Kelas V pada umumnya mengalami kondisi yang sulit untuk belajar karena lemahnya sosialisasi dengan lingkungan baik sekolah maupun teman kelas serta lemah dalam menyimak suatu materi pelajaran dikarenakan minat baca yang kurang terlihat dari anak, sehingga perlu ada perhatian yang serius dari kepala sekolah dan guru dengan memberikan penggunaan metoda/model pembelajaran yang tepat agar siswa dapat berinteraksi dan komunikasi secara aktif.
Belum diterapkannya suatu metoda atau model pembelajaran SD sebagai pemicu di dalam motivasi belajar dan hasil belajar siswa.
Berdasarkan latar belakang, maka permasalahan yang terjadi di Kelas V SDN Ibu Jenab 2 dapat diidentifikasi sebagai berikut :
Siswa Kelas V SDN Ibu Jenab 2 merupakan siswa dengan kondisi psikologi yang masih perlu mendapat bimbingan dan perhatian penuh dari guru sehingga proses pembelajaran perlu dibuat menyenangkan dan menarik untuk di lakukan. Untuk itu perlu ada hubungan yang komunikatif dengan memberikan metoda yang bersifat variatif yang dapat melibatkan siswa aktif belajar.
Siswa Kelas V pada umumnya mengalami kondisi yang sulit untuk belajar karena lemahnya sosialisasi dengan lingkungan baik sekolah maupun teman kelas serta lemah dalam menyimak suatu materi pelajaran dikarenakan minat baca yang kurang terlihat dari anak, sehingga perlu ada perhatian yang serius dari kepala sekolah dan guru dengan memberikan penggunaan metoda/model pembelajaran yang tepat agar siswa dapat berinteraksi dan komunikasi secara aktif.
Belum diterapkannya suatu metoda atau model pembelajaran SD sebagai pemicu di dalam motivasi belajar dan hasil belajar siswa.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka permasalahan yang muncul adalah :
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam pembelajaran IPS di Kelas V.
Hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di Kelas V setelah menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw.
Hambatan-hambatan yang terjadi selama pembelajaran IPS dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw di Kelas V
Pertanyaan yang muncul dari permasalahan diatas adalah sebagai beirkut.
Bagaimana penerapan Model Pembelajaran Koopeatif Tipe Jigsaw dalam pembelajaran IPS di Kelas V?
Bagaimanakah hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di Kelas V setelah menerapakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw?
Apakah hambatan-hambatan yang terjadi selama pembelajaran IPS dengan menerapakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw di Kelas V?
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka permasalahan yang muncul adalah :
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam pembelajaran IPS di Kelas V.
Hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di Kelas V setelah menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw.
Hambatan-hambatan yang terjadi selama pembelajaran IPS dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw di Kelas V
Pertanyaan yang muncul dari permasalahan diatas adalah sebagai beirkut.
Bagaimana penerapan Model Pembelajaran Koopeatif Tipe Jigsaw dalam pembelajaran IPS di Kelas V?
Bagaimanakah hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di Kelas V setelah menerapakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw?
Apakah hambatan-hambatan yang terjadi selama pembelajaran IPS dengan menerapakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw di Kelas V?
Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam pembelajaran IPS di SDN Ibu Jenab 2 .
Secara khusus penelitian ini berfungsi untuk :
Untuk mendeskripsikan penerapan penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada pembelajaran IPS di Kelas V.
Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di Kelas V setelah menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw.
Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam pembelajaran IPS di Kelas V dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw.
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam pembelajaran IPS di SDN Ibu Jenab 2 .
Secara khusus penelitian ini berfungsi untuk :
Untuk mendeskripsikan penerapan penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada pembelajaran IPS di Kelas V.
Untuk mengetahui hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di Kelas V setelah menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw.
Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam pembelajaran IPS di Kelas V dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw.
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat memberi manfaat dalam rangka menunjang tujuan pendidikan nasional, tujuan lembaga, kulikuler, tujuan pembelajaran umum, dan tujuan pembelajaran khusus.
Hasil penelitian diharapkan dapat memberi manfaat dalam rangka menunjang tujuan pendidikan nasional, tujuan lembaga, kulikuler, tujuan pembelajaran umum, dan tujuan pembelajaran khusus.
Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber informasi atau masukan kepada pendidik (guru) dalam memberikan pelajaran yang dinilai sulit dIPShami siswa dalam menerima pelajaran
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw memberikan cara belajar siswa aktif dan terlibat dalam materi pelajaran, sehingga siswa akan lebih tertarik dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sumber informasi atau masukan kepada pendidik (guru) dalam memberikan pelajaran yang dinilai sulit dIPShami siswa dalam menerima pelajaran
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw memberikan cara belajar siswa aktif dan terlibat dalam materi pelajaran, sehingga siswa akan lebih tertarik dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar.
Manfaat praktis
Bagi siswa
Siswa menjadi berminat dan termotivasi untuk belajar IPS.
Hasil belajar meningkat.
Siswa lebih memahami lingkungan.
Bagi siswa
Siswa menjadi berminat dan termotivasi untuk belajar IPS.
Hasil belajar meningkat.
Siswa lebih memahami lingkungan.
Bagi guru
Menambah pengetahuan tentang pemanfaatan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe jigsaw sebagai metode pembelajaran.
Guru lebih termotivasi untuk melakukan PTK yang bermanfaat bagi perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran.
Guru lebih termotivasi untuk menerapkan strategi pembelajaran yang lebih bervariasi.
Menambah pengetahuan tentang pemanfaatan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe jigsaw sebagai metode pembelajaran.
Guru lebih termotivasi untuk melakukan PTK yang bermanfaat bagi perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran.
Guru lebih termotivasi untuk menerapkan strategi pembelajaran yang lebih bervariasi.
Bagi Sekolah
Memberikan sumbangan yang baik bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Bagi Peneliti
Memberikan sumbangan pengalaman tentang PTK.
Sasaran Tindakan
Yang menjadi sasaran dalam penelitian tindakan ini adalah siswa Sekolah Dasar. Khususnya siswa Kelas V SDN Ibu Jenab 2 Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur dengan jumlah 36 orang siswa, yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki. Dengan harapan terjadinya peningkatan hasil belajar yang optimal.
Memberikan sumbangan yang baik bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan.
Bagi Peneliti
Memberikan sumbangan pengalaman tentang PTK.
Sasaran Tindakan
Yang menjadi sasaran dalam penelitian tindakan ini adalah siswa Sekolah Dasar. Khususnya siswa Kelas V SDN Ibu Jenab 2 Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur dengan jumlah 36 orang siswa, yang terdiri dari 16 siswa perempuan dan 20 siswa laki-laki. Dengan harapan terjadinya peningkatan hasil belajar yang optimal.
Hipotesis Tindakan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka dapat ditarik hipotesis PTK sebagai berikut, apabila dalam pembelajaran IPS di Kelas V SDN Ibu Jenab 2 Kecamatan Cianjur kabupaten Cianjur menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw di Kelas V, kemampuan guru dan kondisi siswa, maka akan menumbuhkan serta meningkatkan hasil dan kreatifitas belajar siswa dibandingkan dengan metode model pembelajaran lainnya.
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka dapat ditarik hipotesis PTK sebagai berikut, apabila dalam pembelajaran IPS di Kelas V SDN Ibu Jenab 2 Kecamatan Cianjur kabupaten Cianjur menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw di Kelas V, kemampuan guru dan kondisi siswa, maka akan menumbuhkan serta meningkatkan hasil dan kreatifitas belajar siswa dibandingkan dengan metode model pembelajaran lainnya.
Definisi Operasional
1 Model Pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran didalam kelas atau tutorial dan untuk menentukan perangkat pembelajaran.
2. Cooperative Learning adalah pembelajaran secara kelompok yang terdiri dari empat sampai enam orang, dimana dalam belajarnya siswa bekerja sama dan saling membantu.
3. Jigsaw adalah type pembelajaran yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.
4. Penerapan adalah ketepatan penggunaan suatu metoda yang dIPSkai dalam kegiatan pembelajaran.
1 Model Pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran didalam kelas atau tutorial dan untuk menentukan perangkat pembelajaran.
2. Cooperative Learning adalah pembelajaran secara kelompok yang terdiri dari empat sampai enam orang, dimana dalam belajarnya siswa bekerja sama dan saling membantu.
3. Jigsaw adalah type pembelajaran yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.
4. Penerapan adalah ketepatan penggunaan suatu metoda yang dIPSkai dalam kegiatan pembelajaran.
Metode Penelitian
Dalam penelitian tindakan kelas ini digunakan model spiral Kemmis dan Taggart (1988) yang dimulai dengan rencana, tindakan, pengamatan, refleksi dan perencanaan kembali sebagai ancang-ancang terhadap pemecahan permasalahan.
Dalam penelitian tindakan kelas ini digunakan model spiral Kemmis dan Taggart (1988) yang dimulai dengan rencana, tindakan, pengamatan, refleksi dan perencanaan kembali sebagai ancang-ancang terhadap pemecahan permasalahan.
Perencanaan (planning) yaitu tindakan yang akan dilakukan untuk memperbaiki, meningkatkan atau perubahan perilaku dan sikap sebagai solusi.
2) Tindakan (action) yaitu apa yang harus dilakukan peneliti sebagai upaya perbaikan, peningkatan atau perubahan yang diinginkan.
3) Pengamatan (observation) yaitu mengamati atas hasil atau dampak dari tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh peneliti terhadap kinerja siswa.
4) Perenungan (reflection) yaitu tahap pengkajian, melihat dan mempertimbangkan atas hasil dan proses dari setiap tindakan yang selanjutnya menyusun perencanaan berikutnya.
2) Tindakan (action) yaitu apa yang harus dilakukan peneliti sebagai upaya perbaikan, peningkatan atau perubahan yang diinginkan.
3) Pengamatan (observation) yaitu mengamati atas hasil atau dampak dari tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh peneliti terhadap kinerja siswa.
4) Perenungan (reflection) yaitu tahap pengkajian, melihat dan mempertimbangkan atas hasil dan proses dari setiap tindakan yang selanjutnya menyusun perencanaan berikutnya.
Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Baharuddin, Esa Nur Wahyuni. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Depdikbud. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Depdiknas. 2002. Pengembangan Silabus Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta:Puskur Balitbang.
Depdiknas. 2006. Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.
Kasbolah, Kasihani. 1990. Penelitian Tindakan Kelas, Malang: Depdikbud Dirjen Dikti Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Keraf, Gorys. 1984. Komposisi. Ende Flores: Nusa Indah.
Mulyasa. 2007. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
____ , Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muslich Masnur. 2009. Melaksanakan PTK Penelitian Tindakan Kelas Itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara.
Silberman Mel. 2009. Cooperative Learning: 101 Straategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Surakhmad, Winarno. 1992. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode dan Teknik. Bandung: Tarsito.
Syurfah Ariany. 2009. Multiple Intelligences for Islamic Teaching. Bandung: Sygma Publishing.
Swastyaskuningsih Endang. 2008. Implementasi Peningkatan Kecerdasan Interpersonal Melalui Mind Mapping Berbasis Multiple Intelligences. http://trigoesema.wordpress.com/2010/04/05/mind-mapping-10/.
Tim UPI. 2007. Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Proesi Guru. Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia.
Tim FKIP.2009. Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta.Universitas Terbuka
Wiriaatmadja Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung. Remaja Rosdakarya.
Zuber Ahmad, Lukman Hakim. 2009. Aktif Belajar IPS. Solo: Platinum.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Baharuddin, Esa Nur Wahyuni. 2010. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Depdikbud. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Depdiknas. 2002. Pengembangan Silabus Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta:Puskur Balitbang.
Depdiknas. 2006. Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.
Kasbolah, Kasihani. 1990. Penelitian Tindakan Kelas, Malang: Depdikbud Dirjen Dikti Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar.
Keraf, Gorys. 1984. Komposisi. Ende Flores: Nusa Indah.
Mulyasa. 2007. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
____ , Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muslich Masnur. 2009. Melaksanakan PTK Penelitian Tindakan Kelas Itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara.
Silberman Mel. 2009. Cooperative Learning: 101 Straategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Surakhmad, Winarno. 1992. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode dan Teknik. Bandung: Tarsito.
Syurfah Ariany. 2009. Multiple Intelligences for Islamic Teaching. Bandung: Sygma Publishing.
Swastyaskuningsih Endang. 2008. Implementasi Peningkatan Kecerdasan Interpersonal Melalui Mind Mapping Berbasis Multiple Intelligences. http://trigoesema.wordpress.com/2010/04/05/mind-mapping-10/.
Tim UPI. 2007. Bahan Ajar Pendidikan dan Pelatihan Proesi Guru. Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia.
Tim FKIP.2009. Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta.Universitas Terbuka
Wiriaatmadja Rochiati. 2005. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung. Remaja Rosdakarya.
Zuber Ahmad, Lukman Hakim. 2009. Aktif Belajar IPS. Solo: Platinum.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar