PENINGKATAN MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA CERITA RAKYAT MELALUI PEMBELAJARAN TERPADU DI KELAS V SDN CIKARET 1 CIANJUR
Seorang guru harus memahami apa yang disebut dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Lebih dalam lagi harus terampil dalam mengaplikasikannya dalam suatu pembelajaran, sehingga akan terjadi suatu interaksi yang lebih bermakna.
Teknik pembelajaran yang digunakan guru bahasa khususnya bahasa Indonesia di Sekolah Dasar harus lebih interaktif, yang akhirnya akan menampilkan suatu kegiatan pembelajaran yang menarik, untuk mewujudkan suatu prinsip yaitu membelajarkan bahasa, bukan tentang bahasa. Yang pada dasarnya akan menanamkan empat aspek keterampilan berbahasa.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, menampilkan kegiatan yang kreatif dan menyenangkan dapat menimbulkan semangat belajar bagi peserta didik. Salah satu materi pembelajaran yaitu cerita rakyat, akan menarik dan menyenangkan bila guru bisa memilih pembelajaran yang tepat untuk hal tersebut. Didalamnya juga sarat dengan amanat yang disampaikan untuk peserta didik.
Dengan cerita rakyat siswa dapat mempelajari latar tempat, tokoh dan karakter dari setiap pemeran tokoh yang ada dalam cerita rakyat, dan akan menciptakan suasana lingkungan belajar yang kondusif. Pembelajaran yang dikemas sedemikian rupa oleh seorang guru bahasa yang kreatif tidak akan melupakan empat aspek keterampilan berbahasa. Keempat aspek itu tercantum dalam pembelajaran yang dilaksanakan, sehingga akan menghasilkan pembelajaran yang maksimal dan keterampilan peserta didik. Produk yang dihasilkan diantaranya berupa naskah sosiodrama, sinopsis, dan peran dalam drama satu babak.
Penelitian tindakan kelas ini disusun berdasarkan permasalahan yang timbul dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia seorang guru harus menerapkan empat keterampilan berbahasa, yaitu berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis.
Kegiatan penelitian ini adalah pembelajaran yang pelaksanaannya dilakukan ketika siswa diberikan materi cerita rakyat. Pembelajaran akan dilaksanakan karena hasil yang didapat siswa selama ini dalam materi cerita rakyat kurang maksimal. Dalam artian pembelajaran yang dilakukan guru bisa lebih baik lagi.
Hal tersebutlah yang mengilhami peneliti melakukan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas V SD Negeri Cikaret 1 Kecamatan Cianjur. Dengan tujuan untuk mengetahui bahwa materi pembelajaran cerita rakyat akan lebih efektif bila menggunakan pembelajaran terpadu.
Adapun prosedur pelaksanaannya dilakukan.dalam tiga siklus. Melalui ketiga siklus tersebut dapat dilihat bahwa dengan pembelajaran terpadu, materi cerita rakyat dapat tersampaikan dengan baik.
Di akhir pembelajaran, dapat diketahui melalui berbagai kegiatan dan dari pengumpulan data baik berupa tes, fortopolio, dan pengamatan yang dilaksanakan oleh guru (kolaborator) bahwa dengan pembelajaran terpadu materi cerita rakyat dapat dilaksanakan dengan maksimal dan membuat keterampilan siswa lebih terasah lebih baik dan bermakna.
Di akhir pembelajaran, dapat diketahui melalui berbagai kegiatan dan dari pengumpulan data baik berupa tes, fortopolio, dan pengamatan yang dilaksanakan oleh guru (kolaborator) bahwa dengan pembelajaran terpadu materi cerita rakyat dapat dilaksanakan dengan maksimal dan membuat keterampilan siswa lebih terasah lebih baik dan bermakna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar