"Aku & MUTASI Kerja" Late Post @Januari 2020
Hidup ini bergulir dari detik ke detik
Cerita ini dimulai ketika adanya perguliran kewenangan di tingkat pemda.
Ketika tahun beranjak pada pergantian tahun baru (semoga membawa keberkahan), tahun 2020 yang menurut orang-orang adalah tahun shio tikus -tapi bukan itu yang akan dipaparkan-.
Tahun 2020 di hari Selasa tanggal 07 Januari, ada panggilan untuk pelantikan mutasi kerja di jajaran pemda.
Sepekan sebelumnya sudah banyak wacana tentang mutasi, rotasi, dan promosi di lingkungan dinas pendidikan. Dari pembicaraan tentang penempatan sampai pakaian yang harus dikenakan pada saat hari H tersebut datang. Bahkan yang berharap dapat jatah tugas di tempat yang "memadai" ikut bergerilya berharap kesempatan ini tidak akan terulang di tahun ke depan.
"Ke-pd-an" itu yang bercokol dalam pikiran, memandang diri merasa pernah melakukan sesuatu pada lingkungan, ternyata itu kesalahan besar.
(Pengharapan pada manusia itu adalah pengharapan yang salah besar, sejak dinamakan manusia itu bukan tempat bergantung)
Semua hadirin tamu undangan yang akan dilantik begitu banyak hingga jumlahnya hampir 700 an.
Berjubel, bahkan ada yang tidak kebagian kursi. Acara yang aneh, undangan dengan fasilitas yang tidak memadai. Orang-orang saling mencari kesempatan agar dapat jatah duduk. (Sangat kelihatan keegoisan manusia-nya. heu). Hanya memperhatikan diri sendiri tanpa mau peduli dengan yang lain.
Akhirnya bertemu karib yang berbeda tempat tugas, duduk berdampingan bercerita banyak tentang pelantikan dan embel-embelnya, hingga acara dimulai. Seremonial yang kurang khidmat, yang hadir orang sekelas punya gelar dan titel, tapi kehidmatan dalam acara tidak sebanding dengan gelar dan titel yang disandang. Tetap gemuruh, ditambah suara yang keluar dari sumber suara kurang begitu jelas terdengar.
Nama demi nama disebutkan, namaku tersebut dengan penempatan di tempat yang baru, SDN Ibu Dewi 7. Kudengar pula nama-nama guru promosi dan penugasannya. Ada yang janggal, ada banyak pertanyaan timbul, ada banyak keanehan yang hadir dalam penempatan ini. Ada kewenangan kebijakan yang timpang tindih dalam penempatan. Ketidakpuasan dalam diri membuncah ketika mendengar rekanku di tempatkan di sekolah yang menurut saya ini semua adalah hukuman. Entah hukuman dari apa. Padahal kita telah berusaha melakukan kerja semaksimal mungkin. peningkatan prestasi di sekolah, membawa nama baik sekolah, namun penempatan sekarang tidak sesuai dengan perkataan pejabat yang lalu. Dan itulah manusia. Sekalipun prestasi telah dibuktikan, bukan faktor utama yang menjadi penentu kebijakan dari yang berwenang.
Hambar.
Aneh.
Penuh tanda tanya.
Tak tertarik dengan penyebutan nama yang dilantik lainnya, langsung kuhubungi pak suami yang setia mengantar dan menunggu pelantikan ini.
Bukan kegembiraan yang dirasakan, karena memang terlalu 'kepedean" dan "penyerahan pengharapan pada manusia".
Sampai pada nama terakhir yang dibacakan oleh sumber suara, acara bubar dengan kembali berjubel dan tak beraturan.
Kutunggu sampai ada ruang untuk bergerak dan menemui pak suami yang menunggu di tempat parkir. Sejenak terlihat rekan kerja yang diwajahnya menghias senyum-senyum yang berarti, saling menyalami dan sangat puas dengan segala kebijakan yang telah diputuskan oleh pihak yang berwenang.
Namun nampak juga ada yang terisak dan tak nampak kebahagiaan mengukir di wajahnya, mungkin karena keputusan yang tidak menyenangkan baginya dan harus diterima dengan berat.
Cerita ini adalah awal perjalanan di tahun 2020.
Akan berlanjut dengan cerita lain sebagai memori yang tidak akan terulang lagi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar