Edisi di Habitat Baru

Masa pergantian dengan penantian adalah waktu yang senggang yang diisi dengan segala keresahan.

Selesai sudah pelantikan, tempat baru keluarga baru, episode baru siap dijalankan dengan segala program yang mulai tak karuan.
Ku sebut "tak karuan" karena ada gejolak hati yang tidak tersampaikan. Program-program yang terlintas dalam pikiran seakan terhapus dan terimbas oleh kericuhan hati.
Emosional, itu mungkin ciri kegoisan diri. Terlalu lemah dalam menghadapi gelombang kehidupan yang bergejolak, mungkin ketidaksiapan ini karena keterlenaan diri dalam zona yang nyaman.
Pada saat seperti ini terlihat, mana kawan mana lawan.  Kawan mana yang hanya sekedar ikut nebeng beken, ataupun teman yang memberi semangat untuk memerangi keadaan yang ada. Lawan mana yang tak terlihat dari kasat mata, dan lawan mana yang siap menendang.



Seminggu sudah masa pergantian, bergegas hendak ke rumah baru, belum menerima selembar kekuatan. Rumah lama dengan segala keharubiruan pun tidak mungkin berlama-lama, seakan sudah ada signal-signal ketidaknyaman (mungkin hanya perasaan yang tidak menentu saja).

Ada banyak drama yang terjadi selama sepekan penantian. Bermacam pikiran, tawa, tangis, bahkan sedikit emosional yang tak tertahankan. …..
Semua drama dihayati, dicermati, juga dimaknai tak kan ada penyelesaian bila diri hanya menyesali.

Sampai akhirnya, untuk menghilangkan "suntuk" yang tak tahu sampai mana ujungnya.  Kucoba menyingkirkan episode drama tak menyenangkan ini dengan sedikit mengikuti perjalanan yang meluapkan adrenalin.

Ini karena kepedulian rekan yang tak rela melihatku hidup hanya sekedar diisi dengan kesuntukan. Akhirnya karena ada kesempatan untuk mengunjungi kota Yogyakarta, dan dengan berbekal nekad bulat, kita siapkan untuk beranjak tiga hari dari kota tercinta.

Segala persiapkan sudah dikemas sedemikian rupa, tak banyak yang dibawa, hanya sedikit "kesuntukan" saja tak lebih.
Hari keberangkatan sudah tiba, kumpul di bypass dan saling menunggu, menuju satu titik pertemuan yang sudah ditentukan.
Tawa, canda, dan sedikit adrenalin mulai bereaksi. Sepanjang jalan hanya satu pemikiran, bagaimana dapat sampai dengan aman dan nyaman di kota Yogyakarta, kota penuh cerita.


@episodejejaladrenalinbergelora

Tidak ada komentar: