“UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL MELALUI TEKNIK 5W + 1H DENGAN MENGGUNAKAN MODEL MIND MAP DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA “

Latar Belakang Masalah 

Keberhasilan pembelajaran ditunjang oleh beberapa komponen yang harus dipadukan. Komponen tersebut antara lain guru, siswa, materi, metode, sumber belajar, media pembelajaran, alat evaluasi dan lain sebagainya. Komponen yang sangat menentukan adalah guru. Sebab gurulah yang diberi kewenangan untuk mengatur dan memadukan semua komponen yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sangat perlu diikuti dengan kegiatan guru berupa praktik belajar yang inovatif. Pembelajaran dirancang untuk membantu siswa agar memaknai fakta peristiwa, konsep dan generalisasi melalui praktik belajar secara empirik yang disebut dengan praktik kesadaran lingkungan.

Pembelajaran yang dilakukan guru bukan hanya sekedar menyampaikan bahan pelajaran pada siswa, melainkan yang terpenting adalah bagaimana bahan pelajaran tersebut dapat disajikan dan dipelajari oleh siswa secara efektif dan efisien. 

Dalam pembelajaran sangat diperlukan adanya cara/teknik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Agar tujuan tersebut tercapai dengan baik maka diperlukan kemampuan dalam memilih dan menggunakan metode mengajar. Apabila kemampuan tersebut telah kita miliki, maka kita akan lebih mudah dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Dalam pembelajaran yang dilaksanakan, guru berkewajiban mengupayakan suasana kondusif untuk meningkatkan minat, keriangan, memotivasi siswa dalam pembelajaran, menumbuhkan niat belajar, menjalin rasa simpati, saling pengertian, menciptakan suasana riang, berani mengambil resiko, menciptakan rasa saling memiliki, dan menunjukkan keteladanan yang baik. Kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan menggairahkan bagi semua siswa yang sengaja harus diciptakan guru agar lahir interaktif edukatif secara optimal guna mencapai tujuan pembelajaran.

Materi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia begitu sarat dengan informasi yang harus diingat. Informasi yang diperloleh siswa dalam bentuk materi pelajaran akan diolah dan disimpan menjadi sebuah ingatan. Siswa menginginkan materi pelajaran yang diterima dalam proses belajar menjadi sebuah ingatan jangka panjang. Siswa melakukan berbagai hal untuk menyimpan ingatan tersebut menjadi ingatan jangka panjang, salah satunya dengan mencatat materi pelajaran yang telah dipelajari.

Mencatat merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan daya ingat. Otak manusia dapat menyimpan segala sesuatu yang dilihat, didengar dan dirasakan. Tujuan pencatatan adalah membantu mengingat informasi yang tersimpan dalam memori, tanpa mencatat dan mengulangi informasi, siswa hanya mampu mengingat sebagian kecil materi yang diajarkan.
Umumnya siswa membuat catatan tradisional dalam bentuk tulisan linier panjang yang mencakup seluruh isi materi pelajaran, sehingga catatan terlihat sangat monoton dan membosankan.

Umumnya catatan monoton akan menghilangkan topik-topik utama yang penting dari materi pelajaran. Materi pelajaran Bahasa Indonesia sebagian besar marupakan materi hapalan, yang memerlukan daya ingat dan kumpulan catatan yang baik. Guru sebagai fasilitator tentu saja harus dapat mencari jalan yang tepat agar peserta didik dapat menguasai materi sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Berbagai cara dilaksanakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. 

Sehubungan dengan permasalahan diatas, guru tentunya diharapkan mampu memberikan model pembelajaran Bahasa Indonesia yang dapat menarik minat dan aktivitas peserta didik dalam proses belajar mengajar. 

Maka dari itu peneliti termotivasi untuk mengangkat masalah ini sebagai objek agar dapat menemukan pemecahannya. Masalah yang diangkat adalah “UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL MELALUI TEKNIK  5W + 1H DENGAN  MENGGUNAKAN MODEL MIND MAP DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA “

Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, dan hasil refleksi bersama dengan teman sejawat ditemukan beberapa faktor penyebab siswa kurang menyenangi materi pelajaran Bahasa Indonesia dan memperoleh nilai dibawah  kriteria ketuntasan minimal, yaitu sebagai berikut.
Siswa sulit memahami isi materi pembelajaran sebuah cerita.
Siswa tidak mempunyai motivasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia
Siswa sulit untuk menghapalkan materi Bahasa Indonesia yang identik dengan materi hapalan.

Analisis masalah
Melalui pembelajaran yang dilaksanakan dan hasil diskusi dengan teman sejawat ditemukan beberapa penyebab dari masalah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu sebagai berikut.
Isi materi pembelajaran Bahasa Indonesia banyak dan memerlukan waktu untuk menghapalkannya.
Motivasi siswa kurang karena dalam pemikirannya sudah terbentuk dalam pikiran peserta didik bahwa materi Bahasa Indonesia harus dihapalkan.
Metoda yang digunakan kurang sesuai dengan materi pembelajaran Bahasa Indonesia yang perlu hapalan.

Rumusan Masalah
Masalah yang menjadi fokus perbaikan pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi sebuah wacana, adalah sebagai berikut.
Bagaimana cara memahami materi sebuah cerita pada pembelajaran Bahasa Indonesia?
Apa yang harus dilakukan untuk memotivasi peserta didik untuk menyenangi mata pelajaran Bahasa Indonesia?
Apakah model mind mapping cocok untuk pembelajaran Bahasa Indonesia?
Setelah melakukan refleksi diri dan berdiskusi dengan teman sejawat, maka rumusan masalah khusus pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi sebuah cerita adalah sebagai berikut.
Bagaimana cara pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi sebuah cerita?
Apakah tekhnik 5 W dan 1 H bisa memotivasi peserta didik untuk menyenangi mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi sebuah cerita?
Apakah model mind mapping bisa dipergunakan peserta didik untuk dapat memahami mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi sebuah cerita?

Tujuan Penelitian
Perbaikan yang dilakukan dengan penelitian akan lebih mudah mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun tujuan penelitian pada mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.
Untuk mempermudah peserta didik memahami mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi sebuah cerita?
Untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan sebuah cerita?
Untuk mencari model yang cocok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan sebuah cerita?

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian siswa adalah
Siswa dapat mudah memahami materi pembelajaran yang perlu hapalan dalam hal ini mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Siswa mengerti alur materi dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Siswa dapat meningkatkan hasil penilaian secara tertulis dalam mata pembelajaran Bahasa Indonesia.
Manfaat penelitian bagi guru
Guru dapat memotivasi peserta didik untuk menyenangi mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Guru dapat memilih metode yang cocok untuk pembelajaran Bahasa Indonesia.

Manfaat penelitian bagi sekolah
Sekolah dapat meningkatkan nilai kriteria ketuntasan minimum dalam materi Bahasa Indonesia.
Sekolah dapat menginventarisasi berbagai metode untuk digunakan oleh semua guru di lingkungannya.
Manfaat penelitian bagi peneliti
Peneliti dapat menumbuhkan motivasi peserta didik untuk belajar lebih giat lagi.
Peneliti dapat menggunakan berbagai metode dalam mata pelajarn Bahasa Indonesia.

Original post @2011 by atsmoes

Tidak ada komentar: